"Erek Diesel", Inovasi Sederhana Permudah Petani
23 Maret 2020 06:24:28 WIB
Bulan Maret kali ini warga Desa Mertelu sedang memasuki musim panen padi. Hampir semua padi petani sudah menguning menandakan padi siap untuk dipanen. Musim panen sendiri menjadi musim yang dinantikan semua petani, sebab hasil jerih payah mereka selama ini akan segera membuahkan hasil yang memuaskan. Pemandangan agak berbeda terlihat di musim panen padi kali ini. Jika biasanya petani memanen padi dengan alat perontok manual, kali ini sudah ada beberapa warga yang menggunakan alat perontok padi yang dijalankan dengan mesin diesel.
"Erek" begitulah kami warga Mertelu menyebut alat perontok padi. Erek diesel sendiri adalah gabungan dari erek manual yang dihubungkan dengan mesin diesel berbahan bakar bensin atau solar. Pada erek manual, erek hanya bisa beroperasi jika dikayuh oleh tenaga manusia. Sementara pada erek diesel ini, erek akan otomatis beroperasi saat mesin diesel dihidupkan. Inovasi sederhana ini ternyata mampu meningkatkan keefektifan petani dalam masa panen. Petani bisa melakukan panen padi dengan waktu lebih cepat, yang berujung pada semakin cepat pula masa tanam selanjutnya. Keberadaan alat semacam ini tentunya mendukung produktivitas petani dalam mewujudkan swasembada pangan.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Tata Tertib Pemilihan Lurah Mertelu Tahun 2026
- SAMBEL WELUT Putaran II Hadir di Padukuhan Baturturu, Perkuat Kesadaran Hukum dan Serap Aspirasi
- Apel Kerja Pemerintah Kalurahan Mertelu Tekankan Pentingnya Komunikasi dan Kekompakan
- One Day Service Dukcapil dan Laktasi Masal Dinsos P3A Hadirkan Pelayanan Terpadu bagi Warga Mertelu
- SAMBEL WELUT Putaran Ke-2 Hadir di Padukuhan Mertelu Wetan
- SAMBEL WELUT Putaran Ke-2 Hadir di Padukuhan Guyangan Kidul
- SAMBEL WELUT Putaran Ke-2 Hadir di Padukuhan Pij
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |











